Al-Quran Kesembuhan Bagi Hati

KETAHUILAH wahai saudara bahawasanya pembacaan al-Quran menjernihkan karatan hati, menenangkan jiwa, menghilangkan dukacita, melapangkan masalah, menurunkan ‘sakinah‘ (ketenteraman), menyebabkan engkau diliputi rahmat, serta dinaungi oleh malaikat. Allah pun menyebutmu di hadapan malaikat-Nya. Allah berfirman: “Hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tenang.”

Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Jika sesuatu kaum berkumpul dalam rumah-rumah Allah membaca kitab Allah, mempelajarinya di antara mereka, maka akan turunlah kepada mereka sakinah, mereka pun diliputi rahmat, serta dinaungi oleh malaikat. Allah pun menyebut mereka di hadapan malaikat-malaikatNya, barangsiapa yang memperlambat untuk melakukannya, dia akan merugi.”

Ketahuilah bahawasanya ketika engkau membaca al-Quran engkau berada pada hadhirat Allah dan penduduk langit mengingatimu.

Disebutkan dalam hadith qudsi yang diriwayatkan dari Tuhan yang Maha Mulia:

Aku menjadi teman duduk bagi orang yang mengingatiKu.”  (Hasan – diriwayatkan oleh at-Tirmizi (3524) dan at-Tabrani di dalam as-Shagir (1/159) serta al-Misykah (2454)

Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah s.a.w. untuk berwasiat kepadanya. Diapun berkata: “Berwasiatlah kepadaku wahai Rasulullah.” Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya: “Hendaklah kamu membaca al-Quran sesungguhnya ia merupakan cahaya bagimu di dunia dan sebutan bagimu di langit.”

Penghormatan mushaf adalah hendaknya tiap harinya engkau tidak lupa untuk membacanya dan melihatnya. Berusahalah selalu untuk membaguskan bacaan al-Quran dengan memberikan tiap huruf haknya dan mustahaknya baik itu ghunnah, idgham, iqlab dan mad serta lain sebahagiannya yang berkenaan hukum-hukum tajwid. Berusahalah engkau mempelajari hukum-hukum ini dari guru qiraat yang boleh melafazkan bacaannya hingga sanad bacaanmu bersambung kepada Rasulullah s.a.w. hingga bacaanmu menjadi betul.

Sumber :
Prof Syeikh Mutawally Sya’rawi
“Mencintai Allah”

Solat, ubat mujarab pengusir kesedihan

Firman Allah SWT. di dalam surah al-Baqarah, ayat 153:

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat…”

Apabila ketakutan meliputi anda, kesedihan menghimpit anda, dan kerisauan mengasak anda, maka bersegeralah anda mendirikan solat, nescaya jiwa anda akan kembali tenteram dan tenang. Sesungguhnya solat itu – dengan izin Allah – boleh menjaga anda dengan menghilangkan kesedihan dan kerisauan yang menghimpit anda selama ini.

Ketika Rasulullah s.a.w. dirundung masalah, baginda bersabda kepada Bilal bin Rabah r.a.:

Wahai Bilal, aku dapat merasa tenang dengan solat.” (al-Hadith)

Begitulah, solat benar-benar merupakan penyejuk hati dan sumber kebahagiaan bagi Rasulullah s.a.w.

Saya telah banyak membaca sejarah hidup beberapa orang tokoh. Dan umumnya, apabila saat mereka dihimpit dengan persoalan hidup dan menghadapi banyak dugaan, maka mereka segera memohon pertolongan Allah dengan mendirikan solat dengan khusyu’. Begitulah cara mereka mencari jalan keluar, sehinggalah kekuatan, semangat dan tekad hidup mereka pun pulih kembali. Continue reading

Sikap Istiqamah Seorang Pecinta

SETIAP kali seorang pencinta mendalami rahsia hikmah Allah di balik hal-hal berikut iaitu hukum-hukum Allah berupa halal haram, tanda-tanda  Allah di dalam dirinya serta alam semesta, mukjizat yang ditampilkan Allah melalui nabi-nabi-Nya serta hukuman-Nya bagi orang-orang yang zalim, kisah dua malaikat Harut dan Marut, cerita Iblis, kemandirian Allah dalam menetapkan hukum dan mencipta bahawasanya apa yang Dia kehendaki terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi, semua ini membuat hatinya semakin bergantung kepada keEsaan Allah.

Kaum arif billah (orang yang mengenal Allah) sepakat dalam mendefinisikan taufiq Allah iaitu seorang pecinta mengerjakan sesuatu amal dengan cinta yang mengandungi maslahat bagi pencinta tersebut, Allah menjadikannya mampu untuk berbuat apa yang diredhai Allah di samping itu ia juga menyukai dan mencintai perbuatan tersebut, Allah berfirman :

Namun Allah membuat kamu mencintai keimanan dan menghiasi iman tersebut di hati-hati kamu dan membuatmu benci terhadap kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan mereka itulah orang-orang yang memperolehi petunjuk. Hal tersebut adalah keutamaan dan nikmat dari Allah dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (Al-Hujurat : 7 & 8.)

Allah mengabaikanmu jika ia membiarkan engkau mengikuti nafsumu. Seorang hamba terkadang diberi taufiq dan terkadang diabaikan bahkan dalam satu saat dia mengalami kedua hal tadi. Dia pun kadang mentaati Allah, mengingat-Nya, mensyukuri-Nya dengan taufiq Allah. Continue reading