Kejujuran Hati

Aku tersenyum dan tertunduk, airmataku mengalir lagi. Semoga Allah merahmati dan menambah keteguhanmu.

Sesungguhnya hidup manusia di dunia ini hanyalah untuk waktu yang sementara sahaja. Apabila tiba waktunya, roh pun akan dijemput pulang kembali kepada Yang Maha Pencipta. Ketika itu harta benda, kemewahan dunia, pangkat dan darjat, keturunan, rupa yang ayu, cantik rupawan, kemasyhuran dan sebagainya tidak berguna lagi melainkan mereka yang kembali kepada Allah SWT dengan hati yang sejahtera.

Di hari itu akan tampaklah dengan senyata-nyatanya, hakikat kehidupan ini yang sebenarnya. Tertipulah mereka yang telah tertipu oleh kehidupan dunia yang sememangnya senda gurau dan permainan sahaja. Berjayalah mereka yang telah menyiapkan persiapan untuk bertemu dengan Allah SWT. Mereka yang beriman dan melakukan amalan-amalan soleh. Mereka yang sering kembali bertaubat kepada Allah SWT dan mereka yang sering memperhatikan cela diri sendiri dan mencari jalan untuk memperbaikinya.

Aduhai diriku, jiwa yang alpa.

Bersyukurlah ke atas segala nikmat dan kurniaan-Nya yang tidak terhitung, yang zahir dan yang tersembunyi.

Carilah taufiq dan hidayah Rabb-mu. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan sesiapa sahaja yang dikehendaki-Nya. Di dalam Genggaman-Nyalah segala kebaikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Menangis bukanlah kelemahan, tapi tanda kejujuran hati. Tiada pemandangan yang lebih indah, daripada dirimu yang sedang diuji atau disakiti, tapi tetap setia bermanja hati kepada Tuhanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s