Wasiat Pecinta Sejati

Wa Ba’du.

Saudara dan kekasihku yang Insya’ Allah memperoleh pengawasan ‘inayah azaliyyah. Semoga Allah meninggikan derajatmu, memuliakanmu dengan istiqamah yang sempurna, serta menjadikan hari-harimu, siang dan malammu, penuh dengan kebahagiaan. Sehingga, engkau dapat menyaksikan terlipatnya permaidani umur dan menyadari bahwa dirimu itu sangat memerlukan bekal dari negeri yang akan segera musnah untuk negeri yang kekal.

Saudaraku,

Sadarilah bahwa Allah selalu bersamamu dan mengamatimu. Engkau akan berasa malu dan takut jika Dia melihatmu berpaling dari-Nya. Sebab, Dia selalu menyerumu. Kerana itu, Dia akan senang jika engkau menghadap kepada-Nya dan menjadi teman-Nya. Ketahuilah, Dia lebih dekat kepadamu dari semua yang dekat. Dan segala sesuatu yang dekat kepadamu selain-Nya, tidak dapat memberimu manfaat dan tidak pula dapat mencelakakanmu. Hanya Allah-lah yang dapat memberimu manfaat dan memudharatkanmu. Oleh kerana itu, jangan engkau hanyut dalam persahabatanmu dengan selain-Nya; jangan engkau hanyut dalam persahabatanmu dengan siapa pun saja yang engkau sukai dan cintai kecuali yang dapat menjadikanmu mulia di negeri pembalasan, di negeri yang di dalamnya engkau bakal memperoleh keabadian, kenikmatan tanpa kesedihan, keremajaan tanpa tua, kesihatan tanpa sakit, dan pertemuan dengan kecintaan tanpa perpisahan.

Jika engkau benar-benar ingin bersahabat dengan Tuhanmu, tunjukkanlah bahwa engkau sangat memerlukan-Nya untuk mengurus kepentingan duniamu. Berhentilah di hadapan-Nya dengan rasa fakir beserta hati yang luluh, dan berkeluh-kesahlah hanya kepada-Nya. Dan dengan khusyu’ dan tangis ucapkanlah:

“Ya Allah, aku berlari ke arah-Mu dari selain-Mu.”

Allah pasti akan menjawab doamu, menyelamatkanmu dari ketergelinciran, memaafkan kesalahanmu dan memberikan pertolongan kepadamu. Sebab Allah yang Maha Agung dan Maha Tinggi selalu menjawab doa orang-orang yang sangat memerlukan dan Dia selalu bersama orang-orang yang hatinya hancur. Dia selalu bersama dan dekat dengan mereka, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Saat ini pintu taubat telah terbuka untukmu. Dan jika Dia telah membukakan bagimu pintu taubat, berarti Dia telah memasukkanmu ke dalam golongan orang-orang yang Dia cintai. Kerana itu mengabdilah dengan tekun kepada Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Bebaskan dirimu dari kemuliaan nasab dan keturunan. Semoga Allah membuatmu dapat merasakan nikmatnya kedekatan dengan-Nya dan membuatmu mabuk dengan ‘minuman’-Nya. Kemudian renungkanlah wahyu-Nya,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah…” (Fussilat: 30)

Saksikanlah keesaan (wahdaniyyah) Allah Jalla wa ‘Ala, Maha Raja yang bersifat dengan segenap kesempurnaan. Hadirkanlah rububiyyah-Nya. Selain menciptakanmu, Dia juga memeliharamu dengan penuh kasih sayang. Dengan kebaikan-Nya Dia menumbuhkanmu, dan dengan kurnia-Nya Dia memberimu makan. Jika Allah telah membuatmu dapat mengenal-Nya, berarti Dia telah memberimu hidayah, mengkhususkanmu dan memilihmu. Kerana itu, ketika sendiri, tujukanlah segenap hatimu kepada-Nya.

Saat berdiri menunaikan solat, ketika ber-munajah kepada-Nya, pusatkanlah perhatianmu kepada-Nya. Ucapkanlah takbir untuk mengagungkan-Nya hingga di hatimu tidak ada yang tersisa kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Ketahuilah, jika engkau bertakbir dengan lisanmu sedangkan hatimu lalai, berarti engkau tidak benar-benar menyaksikan dan telah memalingkan perhatianmu dari hadhirat-Nya. Engkau tidak memperhatikan urusanmu yang paling agung yang dengannya engkau dapat meningkat ke alam yang tinggi; yang dengannya iman, ihsan dan keyakinanmu akan bersinar. Dengan pengetahuan yang engkau miliki, atau dengan pendengaran hatimu, segera hayati bacaan solat yang mulia itu dan terjemahkanlah ke dalam hatimu. Jika hatimu berpaling dari Tuhanmu ketika berbicara kepada-Nya dalam solat, maka engkau seperti orang yang memalingkan wajah dari lawan bicaranya. Meskipun menyadari adanya pahala dan siksa, engkau tidak akan merasakan nikmatnya munajat.

Jadikanlah semangatmu untuk mendengarkan apa yang di sampaikan Allah yang Maha Tinggi, sebab engkau berada di hadhratil iqtirab. Lakukan hal ini jika engkau ingin menjadi salah seorang dari para kekasih yang telah diberi keistimewaan oleh Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi, iaitu orang-orang yang tidak terhijab dari Allah, iaitu para sadah yang mulia, para abdal, autad dan aqthab.

Inilah khabar gembira yang disampaikan Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia, yang Maha Kuasa dan Pemberi kurnia, melalui lisan para malaikat yang mulia dengan ta’rif dan ilham. Khabar gembira yang paling besar dan kemuliaan yang agung adalah diizinkan-Nya engkau untuk tinggal di negeri keselamatan, negeri yang kenikmatannya murni dan tidak berubah, tidak akan menjadi keruh atau musnah.

Saksikanlah bahwa Dia selalu bersamamu, baik saat engkau sendiri mahupun ketika bersama orang yang banyak. Jika engkau berada di antara orang banyak, maka tautkanlah hatimu kepada-Nya dan sadarkan dirimu bahwa engkau berada di hadapan-Nya. Teguhkan hatimu dengan bertawakal kepada-Nya. Mohonlah agar Dia selalu melindungimu, dan menjaga segala ucapan dan perbuatanmu. Bergaullah dengan siapa pun yang engkau sukai, tetapi usahakan agar hatimu selalu bersama-Nya dan semangatmu terpusat kepada-Nya. Berperilakulah dengan sifat rahmat. Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik. Saksikanlah sifat-sifat-Nya yang tercermin pada semua orang yang bersamamu. Sebab, Dia memegang ubun-ubun mereka dan memperlakukan mereka sesuai kehendak, tujuan dan cara-Nya.

Allah telah memerintahmu untuk berda’wah kepada mereka, menasihati mereka dan menepati janji. Pada gilirannya akan timbul dalam hatimu rasa kasih sayang kepada mereka, dan dengan sepenuh hati engkau akan berdoa kepada Allah untuk merubah perbuatan buruk dan kemaksiatan mereka menjadi keselamatan, ketaqwaan dan kebaikan. Jika hal ini engkau lakukan, maka hati mereka akan menoleh kepadamu, telinga mereka akan mendengarkan ucapanmu.

Perhatikanlah hikmah Allah yang ada pada diri mereka. Jadikanlah mereka sebagai cerminmu. Bila engkau melihat kebaikan, ketaqwaan dan keyakinan pada diri mereka, maka berusahalah untuk meneladani mereka dengan mengharap kemurahan Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Namun, bila engkau melihat keburukan mereka, maka amatilah, apakah sifat-sifat buruk itu juga ada pada dirimu. Jika ada, maka bersihkanlah lahir dan batinmu darinya. Tetapi, jika tidak ada, maka bersyukurlah kepada Allah kerana Dia telah menjagamu. Dan sadarilah, bahwa ini semata-mata berkat kurnia dan kebaikan-Nya.

Menghadaplah kepada Allah dengan hati yang luluh, jauhkan dirimu dari sikap ujub dan angkuh. Pergaulilah manusia yang jahat dengan baik kerana pada hakikatnya engkau sedang bermuamalah dengan Allah yang Maha Besar. Hulurkan tanganmu kepada orang-orang fakir dengan sesuatu yang dikurniakan Allah kepadamu. Kemudian bayangkan bahwa Allah-lah yang pertama kali mengambil pemberianmu itu sebagaimana disebutkan dalam berbagai ayat al-Quran dan hadis Nabi s.a.w.. Kelak hatimu akan merasa sangat senang dan bahagia dengan Allah. Dia telah menerima pemberianmu dan akan membalasmu dengan pemberian yang baik di dunia dan akhirat. Dialah yang menyimpankan hartamu di dunia agar engkau memperoleh kebahagiaan abadi di tempat kembalimu kelak. Sebab, hartamu yang sesungguhnya adalah harta yang engkau keluarkan untuk akhiratmu. Dan berkat perbuatanmu yang baik ini, pandangan-Nya akan menjaga dan melindungimu. Dia akan menjadi Penjaga dan Pelindungmu, di depan mahupun di belakangmu. Engkau akan memperoleh pahala di dunia dan kenikmatan abadi di akhirat.

Jagalah hak Allah pada hal-hal yang Dia perintahkan dan larang. Laksanakanlah perintah-Nya. Usahakan agar hati dan seluruh anggota tubuhmu selalu melakukan hal-hal yang Dia sukai. Sadarilah bahwa Dia selalu hadir bersamamu, memandang dan menilik rahsiamu. Dengan mengetahui hal ini engkau akan berasa malu. Rasa malu ini akan membuat Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Engkau akan merasakan nikmat uns, fana’ di hadhirat kedekatan-Nya dan masuk ke dalam golongan hamba-Nya yang paling mulia dan terpilih.

Wasiat Habib Hasan bin Saleh al-Jufri kepada Habib Ahmad bin Ali bin Harun al-Junaid, di ringkas dari kitab al-‘Uqudul ‘Asjadiyyah

One thought on “Wasiat Pecinta Sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s