Mintalah Kepada Allah

“Siapa nama pemuda itu?”

“Saifuddin (Pedang Agama)”

Maulana Jalaluddin Rumi berkata, “Pedang yang masih tersimpan dalam sarungnya tidak mungkin terlihat. Pedang agama ialah dia yang berperang untuk agama dan mempersembahkan segala usaha mereka hanya kepada Allah. Dia yang membezakan kebenaran dari kesalahan serta memilah antara yang hak dan yang batil. Tapi sebelum melakukan itu, mereka harus mengoreksi diri dan memperbaiki etika: ‘Mulailah dari dirimu sendiri.’

Semua nasihat akan mereka arahkan pada diri sendiri seraya berkata, “Pada akhirnya, kau juga seorang manusia yang memiliki dua tangan dan kaki, dua telinga dan pemahaman, dua mata dan mulut. Para nabi dan wali yang sudah meraih kebahagiaan dan telah sampai pada tujuan mereka juga manusia seperti aku yang memiliki dua telinga, akal, lisan, dua tangan dan dua kaki. Tetapi kenapa mereka ditunjukkan pada jalan itu? Mengapa pintu itu dibukakan untuk mereka, tetapi tertutup untukku?” Continue reading

Advertisements

Bahaya Lintasan Hati

Beautiful-Heart

Prasangka memang hanya lintasan hati.

Kerananya, berprasangka sebenarnya manusiawi. Tak ada orang yang mampu meredam atau menahan yang namanya lintasan hati. Tak ada orang yang tak pernah memiliki prasangka buruk terhadap orang lain. Tak seorang pun mampu menghilangkan sama sekali lintasan hatinya. Itu sebabnya, para sahabat mengajukan keberatannya kepada Rasulullah saat turun ayat,

“Dan bila engkau menampakkan apa yang ada dalam hatimu, atau engkau menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.” (Al-Quran, Al-Baqarah: 284)

Para sahabat yakin tak mampu menghalangi lintasan hatinya, jika itu termasuk dalam hitungan amal mereka. Akhirnya Allah menurunkan ayat selanjutnya, “Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang kecuali sebatas kemampuannya.”

Imam Ghazali menghurai penjelasan buruk sangka dalam satu tema tentang ghibah, iaitu membicarakan keburukan orang lain. Menurutnya, buruk sangka tak lain adalah ghibah batiniyah (membicarakan keburukan orang dengan hati). “Sebagaimana engkau diharamkan untuk menyebut keburukan-keburukan orang lain, maka demikian pula engkau diharamkan untuk berburuk sangka pada saudaramu,” begitulah kata Imam Ghazali.

Apa yang harus dilakukan agar dapat menghindari bahaya buruk sangka? Continue reading

Hikam Ibn Arabi

Kitab Hikam al-Syaikh al-Akbar adalah antara kitab-kitab Hikam yang masyhur dalam ilmu tasawuf selain Hikam Abi Madyan, Hikam Ibn ‘Ata’illah, Hikam al-Haddad dan lain-lain.

Ia mengandungi berbagai hikmah dan kaedah sufiyyah, dan telah disyarah oleh beberapa ulama’ antaranya oleh; Syeikh Muhammad bin Mahmud bin ‘Ali al-Damauni dan Syeikh Mulla Hasan bin Musa al-Kurdi al-Bani. Sebahagiannya telah diterjemahkan ke bahasa Melayu seperti yang dapat dilihat dalam lawan sesawang Syeikh Yusuf Muhyiddin al-Bakhur al-Hasani

Di bawah ini saya pilih 21 buah hikam daripadanya untuk kita renungi dan ambil iktibar, iaitu: Continue reading

Cinta Dan Benci Kerana Allah SWT

Syeikh Abdul Qadir al-Jailani r.a. mengatakan :

Apabila kamu dapati dalam hatimu ada kebencian pada seseorang atau bahkan cinta kepadanya, maka lihatlah seluruh perbuatannya berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Apabila seluruh perbuatannya dibenci menurut Al-Quran dan Sunnah, maka bergembiralah dengan berpandukan pada Allah SWT dan Rasul-Nya s.a.w. Dan apabila seluruh amalnya itu disukai Tuhan dan Rasul-Nya sedangkan kamu membencinya, maka ketahuilah bahawa sesungguhnya kamu adalah orang yang mengikut hawa nafsumu. Kamu membencinya kerana berdasarkan hawa nafsumu serta berlaku zalim kepadanya dengan kebencianmu kepadanya. Juga derhaka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menentang keduanya.

Bertaubatlah kepada Allah SWT dari kebencianmu itu dan mintalah kepada Allah SWT agar mencintai orang itu dan orang yang menjadi kekasih Allah, para wali-Nya, orang yang disucikan-Nya, serta para salihin dari para hamba-Nya agar kamu berada pada jalan Allah SWT. Begitu juga lakukanlah yang sedemikian itu kepada orang yang kamu cintai. Maksudnya, lihatlah amal mereka berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Maka apabila amalnya dicintai menurut pandangan keduanya, maka cintailah dia. Sedangkan apabila amalnya dibenci di dalam keduanya, maka bencilah dia, supaya kamu tidak mencintainya kerana mengikut hawa nafsumu. Sesungguhnya kamu telah diperintah agar melawan hawa nafsumu.

Allah SWT berfirman:

Wahai Daud, sesungguhnya Kami telah menjadikanmu khalifah di bumi, maka jalankanlah hukum di antara manusia dengan (hukum syariat) yang benar (yang diwahyukan kepadamu); dan janganlah engkau menurut hawa nafsu, kerana yang demikian itu akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah, akan beroleh azab yang berat pada hari hitungan amal, disebabkan mereka melupakan (jalan Allah) itu.” (Al-Quran, Sad:26)

Mencari Mursyid

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Berkata Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, “Jika anda berguru kepada seseorang demi untuk sampai kepada Allah, maka ikutilah saranan ini : Hendaklah anda berwudhuk dengan sempurna, mindamu penuh khusyuk dan matamu jangan memandang selain dari tempat wudhuk saja. Sesudah itu, anda terus pergi bersolat. Anda buka pintu solat itu dengan wudhuk tadi, kemudian anda buka pintu istana Allah pula dengan solatmu. Apabila sudah selesai solat, tanyalah Allah menerusi bisikan hatimu – Siapa yang patut saya ambil sebagai pembimbingku, atau guruku? Siapa yang benar-benar dapat menyampaikan ajaran-Mu kepadaku? Siapakah orang pilihan-Mu? Siapakah Khalifah-Mu? Siapakah Wakil-Mu?

Allah Maha Pemurah, nanti pertanyaanmu yang serius itu akan dijawab-Nya. Tanpa ragu lagi, bahawa Dia akan mendatangkan ilham ke dalam hatimu. Dia akan memberikan petunjuk ke dalam dirimu, iaitu petunjuk yang paling batin sekali, yakni sirr. Allah akan memberikan tanda-tanda atau isyarat yang jelas. Pintu cahaya-Nya akan dibukakan buatmu, lalu cahaya itu akan mendorongmu ke jalan yang benar. Ingatlah, siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh mencari pasti akan mendapat. Continue reading